![]() |
| google.com |
sering aja ngerasa udah mengalami suatu peristiwa yang
persis sama, padahal kalo diinget-inget sih kayaknya gak pernah sama sekali terjadi.
waktu itu pas sedang mengalami ada yang bilang, owh itu namanya deja vu. dapet ilmu jadi tambah penasaran aja saya :D
persis sama, padahal kalo diinget-inget sih kayaknya gak pernah sama sekali terjadi.
waktu itu pas sedang mengalami ada yang bilang, owh itu namanya deja vu. dapet ilmu jadi tambah penasaran aja saya :D
yuuk mari di bantu, qta sama-sama searching. walaupun agak telat bahkan kayaknya telat banget.
tapi tak apalah muga bermanfaat ajah ^_^
mulai yak..
Menurut wikipedia Déjà vu (Pengucapan dalam bahasa Inggris : /ˈdeɪʒɑː ˈvuː/ , bahasa Perancis : /deˈʒa ˈvyː/) adalah sebuah frasa Perancis dan artinya secara harafiah adalah "pernah lihat / pernah merasa". Maksudnya mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini juga disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para (παρα) yang artinya ialah "sejajar" dan mnimi(μνήμη) "ingatan".
Menurut para pakar, setidaknya 70% penduduk bumi pernah mengalami fenomena ini. Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton.Orang termuda yang pernah mengalami deja vu dilaporkan berusia lima tahun. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa.
Menurut wikipedia Déjà vu (Pengucapan dalam bahasa Inggris : /ˈdeɪʒɑː ˈvuː/ , bahasa Perancis : /deˈʒa ˈvyː/) adalah sebuah frasa Perancis dan artinya secara harafiah adalah "pernah lihat / pernah merasa". Maksudnya mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini juga disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para (παρα) yang artinya ialah "sejajar" dan mnimi(μνήμη) "ingatan".
Menurut para pakar, setidaknya 70% penduduk bumi pernah mengalami fenomena ini. Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton.Orang termuda yang pernah mengalami deja vu dilaporkan berusia lima tahun. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa.
Dari sumber misterisdunia.blogspot.com mengatakan, Sampai saat ini memang belum ditemukan apa gerangan penyebab deja vu. Namun beberapa pendekatan teoretis sudah pernah dilakukan. Sigmund Freud, ahli psikoanalisis itu sempat mengamati ihwal kondisi aneh ini. Menurut Freud, dj vu terjadi ketika seseorang secara spontan teringat kembali pada sebuah fantasi yang muncul tanpa disadari. Karena hal ini tak disadari, maka kandungan fantasinya tidak bisa dicermati lebih lanjut. Ia hanya bisa teringat sepintas bahwa peristiwa yang terjadi detik itu sempat terlintas di benaknya entah kapan.
Usaha untuk memahami apa itu dj vu juga melanda dunia neuro science (ilmu saraf) yang lebih memusatkan perhatian ke otak daripada kejiwaan manusia. Para ahli bidang ini membedakan memori menjadi dua bagian, yakni yang berasal dari ingatan kesengajaan dan keserupaan. Sebagai contoh, mayoritas orang bisa secara tak sengaja teringat pada ciuman pertamanya. Mereka secara mental mampu membawa dirinya kembali ke masa lalu. Tapi ada saatnya kita bertemu seseorang yang sudah pernah kita jumpai sebelumnya tanpa ingat kapan dan di mana.Para ilmuwan percaya bahwa system memori termasuk di dalamnya korteks bagian depan dan media hippocampus bisa mengumpulkan kembali memori lama secara tidak disengaja. Hal ini terhubung juga dengan parahippocampal gyrus yang menjadi media perasaan adanya kesamaan.
Josef Spatt dari University of Lyon, Prancis merupakan orang pertama yang berargumen bahwa dj vu bisa terjadi ketika parahippocampal gyrus dan area yang terhubung teraktifkan dalam keadaan normal sesuai berfungsinya korteks bagian depan beserta hippocampus. Kondisi ini menghasilkan sebuah perasaan kuat yakni keyakinan adanya kesamaan suatu peristiwa tapi tidak diikuti dengan ingatan yang disengaja. Dalam hal ini maka kita tak mampu mengingatnya seperti saat kita mengenang ciuman pertama kita beberapa tahun silam.
Namun, menurut sumber dari sainspop.blogspot.com para peneliti telah menemukan bahwa Deja vu bisa saja merupakan hasil dari kegagalan sistem kelistrikan otak. Deja vu dipercaya sebagai suatu sensasi yang salah pada ingatan atau memori. Beberapa obat-obatan juga dipercaya sebaga salah satu faktor yang memicu Deja vu. Obat-obatan seperti amantadine dan phenylpropanolamine telah diteliti sebagai penyebab perasaan Deja vu. Beberapa obat-obatan bisa menyebabkan aksi hyperdopaminergic pada area mesial temporal otak yang menyebabkan Deja vu.
Otak manusia merupakan organ yang kompleks dan sangat menarik. Sudah merupakan kecenderungan otak untuk menarik kesimpulan dari berbagai situasi yang berbeda. Otak seringkali mencoba untuk bereksperimen mereproduksi suatu situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Oleh karena itu antisipasi beberapa kejadian oleh seseorang bisa membuat orang tersebut berpikir bahwa dia telah mengalami suatu kejadian yang sama di masa lalu.
Yang menarik di sini, bisa saja terjadi bahwa salah satu dari mata kita melihat sesuatu sebelum mata yang lain. Satu mata merekam kejadian sebelumnya. Mata yang lainnya, yang merekam kejadian yang sama beberapa milidetik kemudian, membuat otak merasakan ingatan. Salah satu mata merasakan sesuatu dan otak mengartikannya. Mata lain yang tertinggal beberapa milidetik merasakan hal yang sama dan mengirim gambar tersebut ke otak. Begitu otak merasakan hal yang sama beberapa milidetik kemudian, orang tersebut merasa bahwa dia telah melihat itu sebelumnya. Gagasan ini tidak dapat menjadi alasan tepat untuk Deja vu karena orang yang hanya memiliki satu mata juga mengalami Deja vu.
Hingga hari ini, penelitian ihwal pengalaman aneh ini masih terus dilakukan. Tidak semua orang percaya bahwa semua bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Dan mirip dengan mimpi, dj vu sangat sulit dijelaskan dengan mudah dan sederhana. Bahkan beberapa kalangan rohaniwan berpendapat bahwa dj vu merupakan bukti adanya reinkarnasi.
Betulkah? Agaknya dj vu akan terus menjadi misteri.
Namun ada yang sedikit menarik bagi yang suka menjawab soal :)
dari sumber chalief.blogspot.com dikatakan bahwa seorang psikolog kondang Amerika, Dr. Alfred W Munzert, dengan menjawab serangkaian test berikut ini, kita bisa tahu seberapa besarnya potensi De Javu yang kita miliki. Jawab hanya dengan Ya atau Tidak.
(a) Suatu saat, anda merasa, bahwa apa yang telah terjadi telah anda alami sebelumnya ! Sehingga anda bertanya dalam hati, rasanya peristiwa ini pernah saya alami, tapi kapan ??
(a) Suatu saat, anda merasa, bahwa apa yang telah terjadi telah anda alami sebelumnya ! Sehingga anda bertanya dalam hati, rasanya peristiwa ini pernah saya alami, tapi kapan ??
(b) Anda pernah bermimpi,tenyata mimpi itu menjadi kenyataan?
(c) pernahkahanda mengalami mimpi yang "benar-benar realistik?" Segala yang ada pada mimpi itu, orangnya, benda-bendanya, gerak-geriknya, seperti benar-benar hidup ?
(d) Ketika mengunjungi suatu tempat, tiba-tiba anda merasa sudah melihat sebelumnya. Padahal anda baru tiba untuk pertama kalinya ketempat tersebut ?.
(e) Anda sering sudah tahu apa yang akan dikatakan seseorang sebelum dia berbicara ?
(c) pernahkahanda mengalami mimpi yang "benar-benar realistik?" Segala yang ada pada mimpi itu, orangnya, benda-bendanya, gerak-geriknya, seperti benar-benar hidup ?
(d) Ketika mengunjungi suatu tempat, tiba-tiba anda merasa sudah melihat sebelumnya. Padahal anda baru tiba untuk pertama kalinya ketempat tersebut ?.
(e) Anda sering sudah tahu apa yang akan dikatakan seseorang sebelum dia berbicara ?
(f) Seringkali anda merasakan kehadiran “sesuatu” yang tak terlihat namun terasa “ada”?
(g) Anda sering merasa tahu akan kedatangan seorang tamu,padahal si tamu belum tiba?
(h) Apakah anda sering mengambil tindakan berdasarkan intuisi?
(i) Ketika telpon berdering,dan ada orang lain yang telah mengangkat gagang telpon,anda tahu pasti bahwa telpon itu untuk anda?
(j) Pernahkah anda melihat cahaya-cahaya aneh sewaktu-waktu,misalnya cahaya seperti kilat yang putih cemerlang?
(j) Pernahkah anda melihat cahaya-cahaya aneh sewaktu-waktu,misalnya cahaya seperti kilat yang putih cemerlang?
(k) Seringkah anda melihat ada kilasan gerak disekeliling anda,padahal setelah ditengok tak ada “apa-apa?”
(l) Ketika anda teringat seseorang,tak lama kemudian orang yang anda ingat tersebut benar-benar muncul?
(m) Apakah anda merasa dapat melihat cahaya-cahaya (aura) pada wajah seseorang?Misalnya cahaya cahaya cemerlang pada orang-orang tertentu?
(n) Anda masih ingat pada pengalaman ketika masih berusia 2-3 tahun?
(o) Suatu ketika anda bermimpi melihat seseorang.Keesokan harinya anda bertemu orang tersebut dalam mimpi?
(p) Anda sering menguasai pengetahuan/keterampilan padahal anda tidak pernah sama sekali mempelajarinya?
(q) Ada suatu pengalaman bahwa “perasaan anda tiba-tiba tidak enak “. Beberapa hari kemudian ternyata memang terjadi hal yang tidak menggembirakan?
(r) Anda pernah merasa “keluar” dari tubuh?
(s) Anda sering terbayang wajah seseorang,kemudian orang tsb muncul?
Nilai : Semakin banyak anda menjawab "Ya" maka kepekaan supernormal anda semakin besar, ataupun sebaliknya.
Nilai : Semakin banyak anda menjawab "Ya" maka kepekaan supernormal anda semakin besar, ataupun sebaliknya.
weleeeeeh refrensi ttg Deja vu banyaak sangaaad,,
*UjanBintang O:)
segitu aja dulu yah kawan, yang selanjutnya kapan-kapan aja dan entah kapan :D
kebanyakaaaaaaaaaaaannn ^O^
teori-teori jenis-jenis dan segala macem ttg deja vu yang masi tetap dengan kemisteriusannya masi belum tuntaaas.
mangaf aja lah kalau tak memuaskan ..T_T..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar